posmetroinfo - Warganet dibuat heboh dengan penangkapan ikan mas raksasa yang dikaitkan dengan tenggelamnya KM Sinar Bangun, Senin (18/6/2018) lalu.
Ikan mas dengan berat lebih dari 14 kilogram itu ditangkap oleh seorang pemancing di Danau Toba, tepat sehari sebelum hari nahas.
Tertangkapnya ikan mas raksasa itu sendiri diunggah oleh pemilik akun Facebook Willy Wahyu Sihotang III dengan menggunakan bahasa Batak.
“Inilah ikan mas yang dapat dari memancing di Danau Toba. Beratnya 14.5 kg,” tulisnya.
Sang pemilik akun mengaku heran dengan ikan yang berukuran besar itu dan enggan memakannya jika disuruh sekalipun.
“Melihat ikan masnya pun aku uda heran. Disuruh memakan pun aku gak mau,” lanjutnya.
Akan tetapi, jika ia adalah pemancing tersebut, dirinya lebih memilih melepas kembali ikan mas raksasa itu ke Danau Toba.
“Kalau aku melihat ikan seperti itu di Danau Toba, mendingan aku menghindar saja. Uda lain perasaan melihat ikannya ini,”
“Kalau aku yang dapat kemarin, pasti langsung aku lepaskan,” bebernya.
“Rupa ikan mas ini pun dilihat sangat cantik. Kalau dibayangkan seperti bidadari,” tutup Willy.
Postingan itu sendiri lantas dikait-kaitkan dengan tenggelamnya KM Sinar Bangun oleh warganet sehari kemudian.
Willy lantas menjawab beberapa komentar netizen di kolom komentar dan menjelaskan panjang lebar soal ikan mas.
Bahkan dia juga mengulas tentang kehidupan manusia dan hubungannya dengan alam.
“Menyangkut Ikan Mas tersebut mistis atau tidak itu kembali ke masing2, kita hidup di dunia ini berdampingan, jika sdh di ingatkan lbh baik kita ikuti saja,” jelas Willy.
“Ikan Mas jd lambang atau filosopi di adat Batak bukan secara kebetulan, tp ada hal yg ditiru dr sifat dan kehidupan sehari hari dr Ikan Mas tersebut yg jika kita amalkan dlm kehidpan kita sehari hari maka damailah dan saling mengasihi,” tambahnya.
Sementara, budayawan muda Batak, Rismon Raja Mangatur Sirait juga percaya bahwa tragedi kapal tenggelam di Danau Toba tidak semata-mata karena faktor alam.
Ia pun mengaitkan peristiwa itu dengan penangkapan ikan mas raksasa tersebut.
Menurut dia, ikan itu ditangkap warga di Danau Toba pada tanggal 17 Juni 2018 pukul 16:30 yang diyakininya menjadi yang terbesar di Danau Toba dalam kurun 20 tahun terakhir.
“Ikan mas seberat 14 Kg didapat pemancing di Desa Paropo Tao Silalahi,” ucap Rismon Raja Mangatur Sirait di akun Facebooknya.
Rismon menekankan, bicara hal mistis, percaya atau tidak percaya semua kembali ke pribadi masing-masing.
Akan tetapi, ia mengungkapkan bahwa sang penangkap ikan sebelumnya sudah diperingatkan warga untuk melepasnya kembali ke Danau Toba.
“Menurut cerita di sana para pemancing tidak mengindahkan larangan dan saran orang tua agar ikan Mas ini dilepas kembali ke Danau Toba,” tambahnya.
Namun dengan bangganya para pemancing tidak mengindahkan saran orang tua di sana dan langsung membawa ikan Mas itu ke rumahnya untuk dimasak dan dimakan.
“Tanggal 18 Juni pukul 16:30 wib angin puting beliung di atas Danau Toba tepat di Tao Silalahi Paropo, hingga membuat ombak besar yang notabene banyak mengakui yang sudah lama tinggal dipinggiran Danau Toba belum pernah melihat ombak setinggi 3-4 meter dan ketebalan ombak 2 meter,” tandas Rismon. [psi]
Loading...
