-->
logo

25 Jun 2018

Pengakuan Prabowo soal Hubungannya dengan Jokowi, Ternyata!

Pengakuan Prabowo soal Hubungannya dengan Jokowi, Ternyata!


posmetroinfo - Pertemuan dengan Ketua MPR Zulkifli Hasan, Senin (25/6), seolah menjadi panggung politik bagi Prabowo Subianto.

Ketua umum Partai Gerindra itu menggunakan waktu yang diberikan Bang Zul -sapaan Zulkifli- untuk menyampaikan sumbang saran bagi pemerintahan Joko Widodo - Jusuf Kalla.

Seperti diungkap Zulkifli, pertemuan mereka yang berlangsung sekitar 15 menit itu cuman bertukar pikiran mengenai apa yang dihadapi masyarakat saat ini, salah satunya Pilkada Serentak di 171 daerah.

Namun, Zul memberikan keleluasaan waktu kepada tokoh yang disebutnya sebagai "capres kita" sekaligus tokoh dan pimpinan salah satu partai politik itu untuk menyampaikan saran kepada pemerintah.

"Kalau saya beri sumbang saran kadang-kadang bernada kritik. Kritik menurut saya penting. Kritik itu jangan diartikan memaki, menghardik, mencari kesalahan, tidak," ucap Prabowo dalam sambutannya.

Dikatakan Prabowo, dialektika dalam demokrasi itu merupakan hal baik. Ada kontrol gagasan, lawan gagasan maupun tesa dan antitesa. Dia pun menyatakan bahwa menyampaikan kritik memang perannya sebagai partai yang berada di luar kekuasaan.

Namun, lanjut Prabwo, kritik tersebut merupakan bagian dari pengawasan, mengingatkan sekaligus mengoreksi agar pemeriintah jangan sampai kebablasan. Hanya saja mantan Danjen Kopassus itu mengaku dilematis.

"Saya terus saja kadang-kadang dilematis karena kedudukan saya sekarang di luar kekuasaan. Tapi di dalam kekuasaan banyak kawan-kawan saya," ucap Prabowo sebelum menyampaikan sumbang sarannya.

Dia juga menyebut di pemerintahan sekarang banyak orang-orang baik. Bahkan data yang dia gunakan dalam menyampaikan kritik berasal dari pemerintah. "Dan juga saya punya hubungan yang baik dengan Pak Jokowi," tukas Prabowo.

Sejak awal, Prabowo mengaku sudah menyampaikan kepada Jokowi bahwa ketika ada kebijakan yang dia merasa tidak cocok, maka akan dikritik. Presiden Ketujuh RI itu pun, menurutnya, mempersilakannya.

"Jadi saya pegang kepada itu, bukan karena saya akan maki-maki beliau ya. Saya percaya dan yakin beliau punya kehendak yang baik untuk berbakti kepada negara dan bangsa. Saya percaya itu," sebut Prabowo.

Hanya saja di dalam demokrasi membutuhkan dialektika, perlu koreksi dan alternatif. Itu lah menurut Prabowo yang sekarang dia jalankan. Mengoreksi dan mengingatkan penguasa. [jpnn]

Loading...
under construction
loading...