posmetroinfo - Polri melakukan penggerebekan terduga teroris di dua tempat berbeda di Kota Depok, Jawa Barat pada Sabtu (23/6). Dalam penggerebekan yang dilakukan dalam waktu berdekatan, dua terduga teroris dilaporkan tewas ditembak dan satu berhasil diamankan.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Polisi Mohammad Iqbal menuturkan, penindakan pertama terjadi pukul 09.30 WIB, di depan gang kontrakan Kelurahan Mekar Jaya Kecamatan Sukmajaya Depok Jawa Barat. Seorang tersangka berinisal MM (38 tahun) asal Lamongan ditangkap.
Menurut Iqbal, MM pernah dideportasi dari suatu negara. Namun ia belum mengatakan asal negara yang pernah mendepottasi MM. MM juga tergabung dalam kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bogot.
"Memiliki niat dan motivasi untuk memberikan hadiah Pilkada Jabar 2018 dengan menunjukan pergerakan yang intensive ke arah persiapan 'amaliyah' bersama kelompok lainnya," kata Iqbal menjelaskan, Sabtu (23/6).
Dalam penggerebekan itu diamankan satu unit motor Honda Vario dan satu unit HP. "Terduga teroris dibawa dan diamankan oleh petugas dan akan dikembangkan," ujar Iqbal.
Masih di Depok di hari yang sama, yakni di Jalan Tole Iskandar, Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat juga terjadi penindakan terduga terorisme. Iqbal menyebutkan, dua orang diamankan karena terlibat jaringan terorisme yang merencanakan aksi teror dalam waktu dekat.
Identitas tersangka yg ditangkap yakni AS (29 tahun) dan AZW alias MRS (31 tahun) asal Bogor. Mereka disebut terlibat pernah mengikuti pelatihan semi militer di gunung gede 2014 bersama tersangka Nahrumsyah dan Ahmad Syarifudin. Penangkapan ini juga karena keduanya disebut merencanakan amaliyah dalam pelaksanaan pilkada Jabar 2018.
"Penangkapan dilakukan pada saat keduanya berboncengan sepeda motor sedang melakukan perjalanan , di Jalan Tole Iskandar, Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat," ujar Iqbal.
Iqbal menyatakan, dalam proses penyergapan, terduga teroris melakukan perlawanan dengan menyerang petugas dan mengancam nyawa petugas dengg menggunakan pisau komando dan pistol. "Sehingga petugas terpaksa melakukan upaya pelumpuhan, yang mengakibatkan kedua terduga teroris meninggal dunia," kata Iqbal.
Polisi mengamankan sebilah pisah komando, sepucuk pistol FN berserta Magazin peluru 9 milimeter sebanyak 10 butir. Sedangkan jenazah terduga tersangka saat ini dibawa ke RS Polri Kramatjati. [republika]
Loading...
