posmetroinfo - Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Republii Indonesia (DPR RI) dari Fraksi Partai Gerindra, Raden Muhammad Syafii atau Romo ikut dalam barisan massa aksi deklarasi #2019GANTIPRESIDEN, Minggu (22/7) di Kota Medan. Pada kesempatan itu, Romo juga sempat menyampaikan orasi cukup panjang di atas panggung.
Kepada wartawan Romo mengatakan, selama ini masyarakat belum mendapatkan keadilan dari sisi manapun. #2019GANTIPRESIDEN seolah menjadi jawaban atas masalah itu.
Aksi itu kata Romo, memang sengaja di gelar. Mereka ingin masyarakat mengetahui bahwa, memilih presiden adalah hak konstitusional. Deklarasi itu juga mengajak seluruh masyarakat untuk memaksimalkan pemilihan di 2019 mendatang.
"Masyarakat harus paham betul, bahwa memilih itu bukan euphoria. Tetapi memilih itu adalah menentukan nasib bangsa. Kalau kita Kemukakan fakta-fakta yang ada hari ini baik secara politik di mana ada ketidakadilan. Dari sisi hukum juga terjadi ketidakadilan. Dari sisi ekonomi dimana semua kekayaan kita dikuasai oleh pihak luar. Kita ingin sampaikan kepada mereka kondisi ini tidak bisa dibiarkan," kata Romo disela aksi deklarasi.
Lebih jauh lagi, dia mengajak masyarakat agar lebih selektif dalam memilih pemimpin. Apalagi ditengah kondisi perpolitikan di Indonesia yang terus bergejolak.
"Kita harus benar-benar selektif, untuk memilih Presiden yang benar berpihak pada rakyat. memilih Presiden yang benar cinta kepada NKRI. Hingga mampu menegakkan hukum menegakkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Ini tujuan kita melaksanakan acara seperti ini," katanya.
Aksi Deklarasi #2019GANTIPRESIDEN itu juga digelar bersamaan dengan aksi deklarasi #2019TETAPJOKOWI. Lokasi nya begitu berdekatan.
Romo mengimbau, meski berbeda pilihan politik, masyarakat harus tetap menjaga kondusifitas. "Kita ingin membuktikan meskipun kita yang lebih dulu membuat perencanaan acara ini. Kita yang lebih dulu mendapat izin acara ini. Tapi kemudian ada izin dari pihak Pak Jokowi yang ingin presiden tidak diganti atau tetap Jokowi 2 periode. Kita ingin buktikan, bahwa kita sesama anak bangsa bisa menjaga kerukunan bisa bertoleransi menjaga kondusifitas karena meskipun pilihan berbeda kita harus sadar bahwa kita sama-sama anak bangsa Indonesia," tandasnya. [jawapos]
Loading...
