posmetroinfo - Mantan Menteri Keuangan era Presiden Soeharto Fuad Bawazier mengaku khawatir atas nasib Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Pasalnya, perusahaan pelat merah itu disebut sebagai perkumpulan tim sukses pemerintahan Jokowi-JK.
Kata Fuad, para pimpinan yang menempati kursi empuk di BUMN saat ini bukanlah orang-orang yang profesional.
Sehingga, dia menyayangkan BUMN jaman now justru dijadikan tempat penampungan bagi tim sukses Jokowi.
Demikian diungkap Fuad dalam keterangan tertulisnya, Kamis (26/7/2018).
“Mulai dari pemerintahan Jokowi, yang pimpin BUMN bukan orang-orang yang profesional. Banyak timses yang masuk mungkin karena balas jasa tapi tidak punya nilai tambah,” kata Fuad.
Lebih lanjut, Fuad menilai pemberian jabatan strategis BUMN kepada sejumlah tim sukses Jokowi justru berdampak buruk pada kinerja BUMN.
Sehingga, BUMN saat ini tidak bekerja optimal karena diisi oleh kalangan yang tidak ahli di bidangnya.
“Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla tidak konsisten dalam memilih orang yang tepat untuk memimpin BUMN. Perusahaan butuh inovator-onovator bukan malah jual aset saja,” jelasnya.
Karena itu, Fuad mengingatkan agar BUMN tidak amburadul. Maka, pemerintah harus berpegang teguh pada UUD 1945.
Agar rakyat bisa menjadi tuan rumah di negerinya sendiri.
“Tapi ini semakin ditinggalkan, para penguasa tak lagi perhatikan pasal 33. Semuanya diserahkan ke mekanisme pasar gelondongan begitu,” pungkasnya. [psid]
Loading...
