posmetroinfo - Kapolri Jenderal Tito Karnavian didesak untuk mencopot Irjen Paulus Waterpauw dari posisi Kapolda Sumatera Utara. Pasalnya dia sudah tidak netral dalam pelaksanaan Pilkada Sumut 2018.
"Langkah Mabes Polri sudah tepat dalam memberhentikan Wakapolda Maluku, tapi ini juga harus diikuti oleh Kapolda Sumut," ujar politisi Gerindra Muhammad Syafii di gedung DPR, Jakarta, Rabu (11/7).
Politisi Gerindra Muhammad Syafii menjelaskan bahwa pihaknya mendapat laporan dari warga bahwa Kapolda Sumut mengarahkan warga untuk memilih pasangan nomor urut dua, Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus.
“Banyak yang sudah laporan ke kami, Kapolda Sumut turut mengarahkan untuk memilih pasangan nomor urut dua. Itu ada di beberapa kabupaten di Sumut,” ujarnya saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (11/7).
Menurutnya, aksi Paulus Waterpauw itu bisa mencoreng institusi Polri berpihak. Apalagi, pasangan Djarot-Sihar merupakan calon yang diusung partai koalisi pemerintah.
“Kalau seperti ini citra kepolisian bisa tercoreng, padahal saat ini kepolisian telah membangun citranya yang baik,” tambah pria yang akrab disapa Romo Syafii itu.
Anggota Komisi III DPR itu sangat mengapresiasi pencopotan Wakapolda Maluku Brigjen Hasanuddin karena dukungannya kepada salah satu calon.
Menurut Romo, ia akrab disapa, jika Kapolda Sumut tidak dicopot maka tingkat kepercayaan masyarakat kepada polisi bisa menurun.
"Kalau ada Pilkada atau pemilu lagi ke depannya masyarakat sudah tidak percaya lagi kepada polisi," pungkasnya.[rmol]
Loading...
