-->
logo

23 Jul 2018

Inalum Ngutang ke Bank Asing Untuk Beli Freeport, Mampukah Melunasi?

Inalum Ngutang ke Bank Asing Untuk Beli Freeport, Mampukah Melunasi?


posmetroinfo - PT Indonesia Asahan Alumunium atau Inalum (Persero) memastikan sebagian pembiayaan divestasi saham Freeport Indonesia berasal dari bank asing. Ada 11 bank yang disebutkan tengah dijajaki oleh perseroaan untuk pinjamannya.

Upaya menaikkan kepemilikan saham Indonesia di Freeport dari 9,36 persen menjadi 51 persen telah dimulai beberapa waktu lalu melalui Head of Agreement (HoA). Dalam surat itu, baik Inalum maupun Freeport McMoran telah menyepakati harga sebesar USD 3,85 miliar atau setara Rp 53,9 triliun (kurs Rp 14 ribu).

Dari harga tersebut, Inalum melalui holding BUMN pertambangan telah menyiapkan anggaran sebesar USD 1,5 miliar. Sementara sisahnya sebesar USD 2,3 miliar berasal dari pinjaman bank asing. 

Dengan besaran pinjaman tersebut, muncul pertanyaan, mampukah Inalum melunasinya?

Head of Corporate Communication and Goverment Relation PT Inalum, Rendy Witoelar optimis perseroan mampu melunasinya. Hal itu tercermin dari konsolidasi cash flow Inalum yang mencapai Rp 16,14 triliun.

Selain itu, total pendapatan perseroan hingga akhir 2017 juga mencapai Rp 47,18 triliun, EBITDA Rp 12,3 triliun, laba bersih Rp 6,8 triliun dan total aset mencapai Rp 93,2 triliun.

"Jadi kita punya kemampuan secara cash flow untuk melunasi utang yang digunakan membeli saham ini. Kita sangat mampu," tuturnya dalam diskusi FMBt 9, di Kementerian Kominfo, Jakarta, Senin (23/7).

Dari pinjaman itu, dirinya memastikan tidak ada kesepakatan apapun kepada bank untuk ikut 'nimbrung' dalam kepemilikan saham.  Menurutnya, dengan peningkatan kepemilikan saham di Freeport, baik pemerintah maupun inalum akan sama-sama diuntungkan. Bank pun juga akan terjamin pembiayaan yang telah mereka berikan.

"Enggak ada (kepemilikan) itu. Jadi pinjaman aja. Potensi bisnisnya yang dijamin," tambahnya. 

"Bayangkan kita mengeluarkan USD 3,85 miliar untuk membeli kekayaan Grasberg yang mencapai USD 150 miliar. Secara potensi bisnis tambang Grasberg sangat besar dan menurut teman-teman ahli tambang potensi emasnya sampai 2.100 juga enggak bakalan habis," pungkasnya. [jawapos]

Loading...
under construction
loading...