posmetroinfo - Jelang Pilpres 2019 muncul prediksi dan opini berbagai kalangan terkait terjalinnya koalisi Partai Gerindra dan Partai Demokrat (PD) dalam menghadapi pemilihan presiden (Pilpres) 2019.
Bahkan, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto berencana akan bertemu membicarakan peluang koalisi di pemilu 2019 pada Selasa (24/7/2018).
Pertemuan SBY dan Prabowo adalah perwujudan dari rencana tatap muka yang batal berlangsung pekan lalu. Batalnya pertemuan kedua tokoh tersebut dikarenakan SBY menderita sakit dan dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta.
"Mereka akan berbicara apa yang harus dilakukan antara 4-10 Agustus, berkenaan dengan pencalonan presiden dan wakil presiden. Tetapi sama sekali belum ada kesepakatan apapun sebelum ini," ujar Sekretaris Jenderal Demokrat Hinca Pandjaitan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (23/7/2018).
Menurut Hinca, dalam pertemuan nanti SBY dan Prabowo akan membicarakan peluang koalisi dan pengusungan kandidat di Pemilu 2019. Ia menyebut, kedua politikus itu akan membahas alternatif pencalonan presiden dan wapres di pemilu, termasuk peluang mewujudkan duet Prabowo-AHY (Agus Harimurti Yudhoyono).
Hinca mengklaim partainya sudah menjalin komunikasi dengan parpol lain untuk menjalin koalisi di pemilu 2019. Pembicaraan juga sudah dilakukan ke PKS dan PAN, dua parpol yang condong berkoalisi dengan Gerindra di pemilu.
Presiden PKS Sohibul Iman sempat mengungkap kemungkinan partainya bersama Gerindra dan PAN menolak keinginan Demokrat agar kadernya menjadi cawapres di Pemilu 2019.
Menurut Sohibul kemungkinan itu dibahas saat dirinya, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, dan Prabowo bertemu di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, pada Sabtu (14/7/2018) silam. Ia menyebut berat kemungkinan Gerindra, PAN, dan PKS menerima keinginan Demokrat.
"Tapi setidaknya kami tentu sediakan portofolio menteri buat Demokrat. Kalau Demokrat minta (posisi) cawapres lagi akan semakin rumit. Tadi sepakat bahwa kami tawarkan portofolio yang lain, dalam hal ini (posisi menteri bagi kader Demokrat) di kabinet," kata Sohibul di Kantor DPP PKS.
Pasca Petahana
Ketua Presidium Perhimpunan Masyarakat Madani (Prima) Sya'roni memperkirakan pertemuan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), pada tahap awal kemungkinan baru dilakukan penjajakan koalisi.
"Jika kesepahaman telah tercapai, untuk penentuan cawapres selanjutnya akan dibahas dengan parpol koalisi lainnya," ujar pria yang akrab disapa Roni di Jakarta, Senin (23/7/2018).
Menurut Roni, meski belum ada penentuan sikap, tampaknya PKS dan PAN akan membangun koalisi dengan Gerindra. Menurutnya, jika partai Demokrat mau bergabung, maka pembahasan figur Cawapres akan dilakukan secara bersama-sama oleh keempat parpol tersebut.
Ditambahkan dia, jika keempat parpol ini sudah bergabung, maka sebaiknya figur Cawapres Prabowo diumumkan setelah kubu koalisi petahana Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan sosok pendampingnya.
"Dengan mengetahui cawapres yang mendampingi Jokowi, maka bisa dijadikan pertimbangan mencari sosok cawapres yang tepat bagi Prabowo sehingga berpeluang lebih besar untuk mengalahkan Jokowi," pungkasnya. [htc]
Loading...
