-->
logo

4 Jul 2018

Tajuk: Mengapa Kecelakaan Kapal Terus Berulang?

Tajuk: Mengapa Kecelakaan Kapal Terus Berulang?


posmetroinfo - Berkali-kali kecelakaan kapal terjadi di perairan Indonesia, baik yang menelan korban maupun yang tidak. Kenapa terus berulang? Apa sebenarnya yang terjadi? Hal ini tntu tidak bisa dibiarkan, perlu ada solusi konkret untuk mencegahnya.

Negeri ini memiliki perairan yang sangat luas tentu sangat mengandalkan tranportasi air. Namun, sayangnya selalu terjadi insiden kapal yang memakan banyak korban jiwa. Terakhir, Kapal Motor (KM) Lestari Maju yang tenggelam di perairan Selayar, Sulawesi Selatan, Selasa (3/7/2018). Dalam peristiwa ini korban tewas 12 orang. 

Sebelumnya KM Sinar Bangun yang dilaporkan membawa hampir 190 penumpang tenggelam di Danau Toba. Ada ratusan korban tewas dalam peristiwa kecelakaan ini.

Kapal tenggelam juga terjadi di perairan lepas pantai kota Nongsa dekat Pulau Batam. Kapal itu diduga membawa TKI ilegal ke Malaysia. Satu anak kapal ditahan polisi. Kapal yang berangkat Rabu malam (02/11) dari Johor, Malaysia menuju Pulau Batam itu terbalik dan tenggelam perairan lepas pantai kota Nongsa. Menurut data-data kepolisian dan tim penolong, kapal itu mengangkut sekitar 100 orang, diantaranya tiga awak kapal. 

Pada Juni 2018 lalu sudah terdapat empat kecelakaan kapal. 12 Juni KM Cikal dan Arista di Sulawesi, 13 Juni KM Albert di Selat Bangka dan 18 Juni KM Sinar Bangun di Danau Toba. 

Seringnya kecelakaan kapal juga menjadi perhatian Presiden Joko Widodo. Presiden  menyatakan akan memerintahkan Menteri Perhubungan untuk mengumpulkan para kepala dinas perhubungan di daerah agar segera menyikapi sering terjadinya musibah kapal tenggelam. Hal ini dilakukan
untuk bisa mengatasi masalah ini dan memberikan keselamatan penumpang.

Musibah sudah terjadi, tentu kita perlu mengetahui penyebab sebenarnya kecelakaan kapal agar dapat mengambil pelajaran dari peristiwa itu. Faktor cuaca memang kerap menjadi penyebab terjadi kecelakaan kapal, namun tentu ada faktor lain, misal faktor kelaikan kapal dan karena kesalahan atau kelalaian manusia (human error).

Dari semua peristiwa kecelakaan tersebut semakin mengingatkan kita bahwa kita tidak boleh main-main dengan keselamatan transportasi. Keselamatan tidak boleh dianggap sebagai masalah kecil apalagi kita termasuk sering mengalami kecelakaan laut.  

Itulah sebabnya, regulasi yang tegas terhadap sistem keselamatan dan kelayakan kapal-kapal angkutan penumpang dan barang yang ada di Indonesia, harus diperketat. Tidak boleh ada lagi toleransi terhadap kelebihan muatan, kapal yang tak lain diperbolehkan berlayar. Jika ini dilakukan, kecelakaan transportasi laut akan terus terjadi.

Selain itu publik berharap pemerintah (regulator) harus melakukan evaluasi keselamatan transportasi laut. Kementerian Perhubungan harus membekukan izin melaut bagi perusahaan pelayaran yang tidak mengikuti aturan. Awak dan nakhoda kapal yang tidak cakap, izinnya harus dicabut. Selain itu, tidak boleh lagi ada manifest abal-abal.

Sistem keselamatan transportasi laut harus diperbaiki. Otoritas yang mengawal dan menjaga keselamatan transportasi harus melakukan evaluasi secara menyeluruh,mulai  sistem,  petugas lapangan sebagai ujung tombak hingga ke pucuk pimpinan pembuat dan pengawas kebijakan. 

Harus diakui, di negeri ini, ketersediaan transportasi yang ideal, khususnya transportasi laut, masih menjadi persoalan serius. Masalah kenyamanan, keamanan, dan keselamatan, kerap diabaikan atau dinomorduakan. Apa, lagi, kapal-kapal rakyat, masalah keselamatan kerap diabaikan.

Untuk itu, Kemenhub dan pihak terkait lainnya harus melakukan evaluasi dan audit menyeluruh untuk mencari tahu dimana kelemahannya. Insiden seperti ini bukan kali pertama terjadi dan kita berharap tidak terjadi lagi.

Publik menginginkan hadirnya sarana transportasi yang semakin cepat, semakin nyaman dan aman. Itulah sebabnya, pengawasan pelabuhan harus ditegakkan, SOP wajib dilakukan, yang melanggar harus disikat. [htc]

Loading...
under construction
loading...